#BeliYangBaik Sebagai Cara Peduli Lingkungan Hidup

Tisu Ramah Lingkungan

Lingkungan hidup seringkali bukan sesuatu yang penting buat kita. Padahal, kelestariannya teramat penting bagi kita. Kita sering menyalahkan pabrik sebagai penyebab rusaknya lingkungan hidup. Tapi sadarkah kita … kalau kita sebagai konsumen juga turut memiliki peran dalam kerusakannya?

Kita misalkan saja pabrik tisu. Untuk memproduksi sekian banyak tisu, tak jarang pula pabrik harus menebang beribu-ribu pohon, yang akhirnya memusnahkan hutan. Kemusnahan hutan membuat banyak hewan kehilangan habitat dan akhirnya … ya … tidak mampu bertahan. Ada pula hewan yang akhirnya jadi “pindah rumah” ke pemukiman penduduk dan bikin penduduk setempat kerepotan.

WWF sendiri sudah mengingatkan pabrik-pabrik tisu, lho, untuk menghentikan–setidaknya mengurangi–penebangan pohon. Akan tetapi, ya, mana bisa! Wong kebutuhan konsumen terus meningkat setiap hari. Berlembar-lembar tisu dibutuhkan setiap hari, sehingga produksi tisu semakin meningkat. Jadi, ya, konsumen sendiri harus mau “mengerem” konsumsi yang berlebihan, supaya hutan dan lingkungan hidup dapat terjaga.

Terpeliharanya lingkungan hidup juga dapat mengurangi banjir dan tanah longsor. Selain itu, lingkungan hidup yang baik dapat meningkatkan kualitas udara yang kita hirup. Itulah mengapa lingkungan hidup harus dilestarikan.
Maka itulah, Unilever Indonesia beserta WWF Indonesia bekerja sama dalam mengusung kampanye brightFuture.

Tujuan kampanye brightFuture adalah mengajak sebanyak mungkin orang di seluruh dunia untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi generasi mendatang dengan cara menerapkan cara hidup yang lebih lestari, sekaligus menginspirasi masyarakat melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan hidup.

Oh, ya, kampanye ini juga merupakan bagian dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP). Unilever ingin mengembangkan bisnisnya tetapi juga ingin mengurangi dampak kerusakan lingkungan hidup. Unilever juga ingin meningkatkan dampak positif bisnis mereka terhadap masyarakat.

Nah, salah satu bentuk kampanye brightFuture adalah kampanye #BeliYangBaik. Unilever dan WWF Indonesia percaya bahwa kerusakan lingkungan hidup dapat ditekan apabila konsumen juga ikut peduli lingkungan hidup. Karena konsumen punya andil yang besar dalam menekan jumlah kerusakan lingkungan hidup.

Demi mengampanyekan #BeliYangBaik ini, Unilever dan WWF Indonesia menggandeng Blogger Perempuan. Diharapkan, dengan menggandeng blogger, kampanye brightFuture ini akan lebih tersampaikan.
Tapi mungkin kita bingung, ya, kenapa, sih, Unilever sampai “segitunya” cuma buat kampanye #BeliYangBaik?
Mereka percaya adanya consumer power (kekuatan konsumen) yang dapat mempengaruhi produsen dalam memproduksi sebuah produk. Karena kalau konsumen membutuhkan produk-produk yang ramah lingkungan, mau nggak mau bakal diusahakan produsen, kan?

Contoh yang diberikan oleh WWF Indonesia, nih, waktu isu pemanasan global mulai jadi isu penting, bahkan lapisan ozon ikut bolong-bolong. Wah bahaya banget, tuh! Sinar UV pun makin sulit dihalangi. Gara-gara hal ini, konsumen jadi ogah pakai kulkas yang mengandung CFC, karena nggak mau kerusakan lapisan ozon semakin parah. Akhirnya, kulkas yang mengandung CFC nggak diproduksi lagi, deh!

Nah, mulai sekarang, ayo kita mulai menjadi konsumen yang peduli lingkungan hidup dengan menerapkan #BeliYangBaik. Caranya gimana, sih? Simak tips berikut ini, ya!

1. Cermati produk yang akan kita beli, pastikan agar sesuai kebutuhan

Kalau kita datang ke supermarket dan melihat barang yang lucu-lucu, tuh, rasanya gemesh banget, ya! Pengen, deh, rasanya dibawa pulang! Lucu banget, sih, soalnya! Lagian, kan, manis juga, ya, kalau dijadiin sebagai pajangan rumah.

Tapi apa memang kita benar-benar membutuhkan barang itu? Gimana kalau setelah dibeli, ujung-ujungnya malah jadi mubazir? Dijadiin pajangan rumah pun, ternyata nggak bagus juga. Barang itu justru cuma bikin rak-rak kita tambah sesak.

Contoh lainnya, nih, kalau kamu menemukan celengan lucu kayak gambar di atas ini. Mungkin kamu bakal suka banget. Kamupun jadi kepengen beli celengan ini. Alasannya, ya, kamu pengen bisa belajar nabung. Kalau pakai celengan yang imut gini, kan, nabung jadi kegiatan yang menyenangkan. Udah gitu, kamu juga gak bakal tega buat memecahkan si celengan imut ini sampai isinya benar-benar penuh. Kemungkinan untuk sukses menabung jadi semakin besar.

Tapi apa memang benar kayak begitu? Gimana kalau ternyata kamu tetap gak bisa mendisiplinkan diri untuk menabung, bukankah celengan kamu jadi mubazir? Kalau celengan kamu ternyata nggak ada gunanya, kan, akhirnya dia cuma jadi sampah.

Lagian … kalau mau nabung, emangnya harus selalu di celengan? Zaman udah modern, Sis! Nabung bisa di bank. Kamu bisa coba pakai deposito supaya gak tergoda mengambil uang tabungan dari rekening kamu. Malah, kalau kamu nabung di bank, kamu bisa dapat bunga. Jumlah tabungan kamu bisa tambah banyak, deh!

Dengan bijak memilih barang yang kita butuhkan, sebenarnya kita gak cuma menyelamatkan isi kantong kita, tapi juga lingkungan hidup kita, karena kita dapat mengurangi jumlah sampah.

2. Cermati bahan bakunya. Pilih produk dengan bahan baku yang ramah lingkungan hidup

Nah, yang ini juga harus kita perhatikan dengan baik. Pilih produk dengan bahan baku yang benar-benar tidak harus merusak lingkungan hidup. Menurut Maria Dewantini Dwianto (Head of Corporate Communication Unilever) menyebutkan bahwa sabun lifebuoy berbahan baku kelapa sawit, jadi, produk ini tidak merusak lingkungan hidup. Jadi, kalau kamu sudah menggunakan sabun lifebuoy, artinya pilihanmu sudah tepat.Ya … yang paling penting, sih, produk kamu ramah lingkungan hidup.

Maria sendiri sangat menyarankan kepada kita untuk memperhatikan bagian komposisi produk yang biasanya tertulis di kemasan produk. Bila memang masih kurang mengerti, kita bisa mencoba menanyakannya kepada suara konsumen (customer service) perusahaan yang menangani produk tersebut. Untuk suara konsumen Unilever, kita dapat menghubunginya melalui 0 800 155 8000 (bebas pulsa), +62 21 529 952 99, atau suara.konsumen@unilever.com.

3. Pastikan proses produksinya ramah lingkungan hidup

Nah, ini juga tak kalah penting. Bisa aja, lho, perusahaan itu nggak peduli lingkungan hidup. Mereka bisa merusak hutan demi melancarkan proses produksi. Maka itu, biasakanlah untuk memperhatikan dan memilih produk yang berasal dari perusahaan yang peduli lingkungan hidup.

Kita bisa mulai memperhatikan adakah logo tertentu di dalam sebuah produk yang dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut ramah lingkungan?

Salah satu logo yang dapat kita perhatikan adalah logo Rainforest Alliance Certified™. Dengan membeli produk-produk berlogo Rainforest Alliance Certified™, artinya kita sudah mendukung kelestarian lingkungan, sosial, dan ekonomi.

4. Pastikan perusahaan produk tersebut memiliki kontribusi terhadap masyarakat.

Ya, perusahaan memang seharusnya punya tanggung jawab memberi edukasi terhadap masyarakat. Jadi, pastikan bahwa produk yang kita pilih memang berasal dari perusahaan yang punya kampanye yang baik bagi masyarakat kita.

Salah satu contohnya, ya, jelas, produk Unilever ini. Buktinya, mereka mengadakan kampanye #BeliYangBaik untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memilih produk yang ramah terhadap lingkungan hidup.

Nggak cuma itu, Lifebuoy sendiri terkenal dengan kampanye cuci tangan pakai sabun. Kampanye cuci tangan pakai sabun ini emang mungkin gak berhubungan dengan kampanye pelestarian lingkungan hidup. Walaupun demikian, toh kampanye cuci tangan pakai sabun ini tetap bermanfaat bagi masyarakat, bukan?

5. Pastikan kemasan yang dipakai bisa didaur ulang

Inipun tak kalah penting untuk kita perhatikan. Kemasan yang bisa didaur ulang tentunya dapat membuat kita bisa mengurangi sampah. Kalaupun tidak bisa didaur ulang, seenggaknya, kemasan tersebut bisa kita pakai ulang atau digunakan untuk tujuan lain. Botol sabun seperti ini, misalnya, dapat kita pakai ulang, bukan? Tinggal diisi ulang saja!

Nah, dengan mengetahui ke lima hal ini, semoga kita jadi semakin peduli lingkungan hidup kita , ya! Sebab menjaga bumi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita. Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan hidup, siapa lagi, dong?

Lagipula, kita sendiri kelak akan dapat merasakan manfaat dari menjaga kelestarian lingkungan hidup, karena kita bisa merasakan udara yang lebih bersih, resiko banjir berkurang, dan tentunya, kualitas hidup kita akan meningkat pula. Jadi, yuk, terapkan #BeliYangBaik demi lingkungan hidup yang lebih baik untuk kita, negeri, dan anak cucu kita.

Kamu sendiri punya cara lain untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup? Share di kolom komentar, yuk!